Jenis, Fungsi dan Prosedur Pengujian Floating Hose Pada Ladang Minyak Lepas Pantai

Floating marine fuel hose atau selang minyak terapung adalah sebuah rangkaian pada instalasi sistem yang di pergunakan untuk mengalirkan fluida atau berupa cairan minyak mentah dari Catenary Anchor Leg Mooring (CALM) bouy menuju tanki kargo penyimpanan yang ada pada FSO, FPSO dan jenis lainnya.

Flaoting Hose atau selang terapung yang tersedia di pasaran memiliki RWP (Rated Working Pressure) terdiri dari 15bar, 19bar dan 21bar, tetapi floating hose juga dapat di pesan dengan menentukan RWP sesuai dengan kebutuhan tekanan operasional.


Perencanaan dan rancangan floating hose mengikuti aturan standarisasi oleh OCIMF (Oil Company International Marine Forum), serta mengikuti persyaratan produksi dan pengujian yang di tentukan oleh standar kualitas ISO 9000:2001

Upaya pengaturan produksi dan pemakaian floating hose di lokasi pengeboran minyak lepas pantai untuk memastikan berkualitas baik, aman,  untuk menjaga dan memelihara keselamatan pekerja, peralatan, fasilitas serta kelestarian lingkungan hidup dalam pengoperasian kilang minyak di lokasi lepas pantai.

Manajemen floating hose atau selang terapung yang tidak tepat dan benar, akan berpotensi menimbulkan masalah dan produksi menjadi terkendala.

Posisi floating hose di hubungkan ke turntable pipe yang ada di SBM (Single Bouy Mooring) setelah minyak mentah mengalir dari central pipe unit.

Di FSO atau FPSO floating hose di koneksikan ke jalur pipa cargo manifold expor dan impor yang menghisap minyak dari dan jalur dalam tanki penyimpanan.

Karakteristik Floating hose

  • Casing selang mengambang, terdapat busa berguna untuk mencegah penyerapan air,
  • Lapisan luar dengan ketahanan yang sangat baik terhadap abrasi, UV serta penuaan dan korosif karena air laut dan sebagainya,
  • Pemasangan mudah dan perawatan yang tidak rumit,
  • Tahan terhadap gesekan dengan benda lain
  • Mampu menahan beban tarikan dari kapal yang tersambung ketika proses off take atau transfer minyak mentah (crude oil)
Floating hose (selang terapung) di design dengan perlengkapan pengaman, agar betul-betul aman untuk di pergunakan, pengamannya yaitu MBC (Marine Breakaway copling).

Marine breakaway coupling adalah sistem pengaman yang ada pada sistem transfer minyak dalam hal ini adalah floating hose, tujuan dipasangnya MBC ini adalah untuk mengurangi tingkat pencemaran laut akibat tumpahan minyak apabila floating hose yang digunakan untuk transfer minyak tersebut putus,

Untuk ukuran floating hose di mulai dari 6 inchi hingga 24 inchi, dengan panjang rata-rata 9 (sembilan) sampai 12 meter, working pressure 15 hingga 20 bar. Ukuran dan standarisasi floating hose tersebut bisa di sesuaikan dengan ukuran dan kapasitas yang di butuhkan untuk operasional masing-masing.  


Floating hose submarine fpso fso oil gas
Diver Process Installation Floating Hose to SPM


Tipe Floating Hose pada instalasi sistem pemasangan

Ada beberapa tipe floating hose pada instalasi sistem pemasangan untuk di gunakan pada fluida minyak yaitu;
  • Tanker Rail Floating Hose
  • Main Line Floating Hose
  • Half floating hose with one end reinforcement
  • Tanker Rail Floating Hose
  • Reducing floating hose
  • Tail floating hose

Prosedur Uji coba dan inspeksi Floating hose
Sebelum pemasangan floating hose akan melalui pengujian, selang di rangkai menjadi satu sistem instalasi, prosedur pengujian dan inspeksi, meliputi;

1. Visual inspeksi
Melakukan pemeriksaan bagian internal dan ekternal, untuk memastikan tidak adanya  (perubahan bentuk), kerusakan, korosi, sobek, abrasi, deformasi, blister atau mengelembung dan sebagainya,

2. Pressure Test
Pressure test atau test kebocoran dilakukan untuk mengetahui tidak adanya kebocoran atau kerusakan lainnya,

3. Test Beban
Menimbang selang dan membandingkan dengan berat awal yang ditunjukkan pada sertifikat OCIMF asli. Uji coba ini hanya dilakukan jika ada dugaan kegagalan salah satu sambungan

4. Dimensional Check
Tujuan pemeriksaan dimensional ini untuk memastikan ukuran diameter dan panjang dari flange ke flange pada floating hose, sesuai dengan referensi yang di tunjukkan pada sertifikat OCIMF, 

5. Vacuum Test
Vavuum test di lakukan untuk mendeteksi dan memastikan tidak adanya delaminasi liner pada karet atau terkelupasnya lapisan tipis permukaan floating hose. Delaminasi terdeteksi dari adanya celah-celah kecil yang muncul yang terpisah dari struktur utamanya, 
Baca Juga:

6. Uji Electrical continuity  Uji electrical contiunity test adalah melakukan pengecekan sambungan antar flange pada tail hose dan tanker hose  tidak adanya potensi timbulnya arus mengalir, electrical continuity, sesuai dengan persyaratan OCIMF.

Apabila semua uji coba di lakukan di nyatakan berhasil, maka selang terapung tersebut di nyatakan layak untuk di pergunakan pada operasional pengeboran minyak lepas pantai. 

Floating hose di pakai ketika melakukan tranfer minyak mentah atau crude oil dari FSO, FPSO, SPM, SBM dan lain sebagainya ke kapal tanker pengangkut, dengan periode 2 minggu atau 1 bulan sekali, tergantung banyaknya produksi minyak di lokasi ladang minyak lepas pantai tersebut.

Sekian artikel membahas tentang Jenis, Fungsi dan Prosedur Pengujian Floating Hose Pada Ladang Minyak Lepas Pantai, semoga bisa bermanfaat, terima kasih.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel