Istilah pada Pelayaran, Peralatan dan Fasilitas Kapal Laut

Kapal sudah menjadi transportasi laut yang banyak di butuhkan selain fasilitas angkutan darat maupun udara.

Proses pembangunan kapal harus mempertimbangkan bermacam faktor yang akan mempengaruhi kualitas kapal dan biaya pemeliharaannya. 

Kapal di rancang dengan mengikuti peraturan dan spesifikasi dari biro klasifikasi tempat kapal di daftarkan, dan harus mematuhi segala peraturan yang berlaku sebagai standar teknis klasifikasi kapal.


Perlengkapan, Peralatan pada Pelayaran Kapal Laut
Image source: pixabay.com
Biro klasifikasi tersebut akan memonitor tidak hanya secara fisik, lambung kapal ,mesin, peralatan teknis lainnya tetapi semua dokumen yang berhugungan dengan keselamatan awak, kapal, muatan yang akan di bawa.

Awal Terbentuknya Biro Klasifikasi Kapal

Pencatatan kondisi kapal pertama di pada tahun 1760 oleh Edward Lloyd di london. Maka semenjak itu semua kapal di lakukan pendaftaran dan pencatatan kondisi fisik, muatan dan awak kapal, yang akhir terbentuk lah sebuah badan biro klasifikasi Lloyd's Register of Shipping (LRS), hingga saat di setiap negara mempunyai lembaga klasifikasi kapal sendiri yang sebagian sudah tergabung sebagai anggota pada International Association of Classification Societie's (IACS)

Tujuan badan klasifikasi kapal tersebut untuk mengkategorikan kapal ke dalam satu kelas yang sudah di muat dalam kontrak spesifikasi standar dan aturan kapal.

Terdapat beberapa peraturan yang harus di patuhi yang di keluarkan oleh IMO (Internationl Marine organization), Solas (safety of life at sea), Marpol (Marine Polusion) dan juga peraturan clasification class.

Istilah dan arti yang terdapat pada Kapal Laut

Banyak istilah dan arti yang terdapat pada kapal laut baik itu untuk peralatan penunjang mau pun istilah-istilah yang di pakai dalam pelayaran dan memiliki fungsi dan penerapannya yang berbeda.

Bow dan stern
Busur dan Burita adalah Kontur paling depan dari lambung kapal disebut haluan dan stern adalah bagian paling belakang atau buritin kapal

Forward Perpendicular (FP)
Jika sebuah tegak lurus ditarik pada titik di mana busur memotong garis air, garis tegak lurus imajiner ini disebut garis tegak lurus ke depan. Untuk sebagian besar perhitungan hidrostatik, maju tegak lurus digunakan sebagai referensi maju lambung

Length Over All (LOA)
Panjang keseluruhan dari kapal yang diukur dari ujung haluan hingga buritan

After Perpendicular (AP)
Tergantung pada perancangnya, tegak lurus belakang dapat berupa tegak lurus yang ditarik melalui sisi belakang tiang kemudi atau melalui garis tengah pintle kemudi. 

Length Between Perpendiculars (LBP)
Panjang antara maju dan tegak lurus adalah panjang antara tegak lurus.
LBP adalah parameter yang di jadikan acuan untuk semua perhitungan stabilitas kapal

Amidship
Adalah garis lurus kapal dari haluan sampai buritan


Port bow
Bagian sebelah kiri pada haluan kapal

Port beam
Bagian sebelah kiri melintang kapal

Port quarter
Adalah Bagian sebelah kiri buritan kapal

Port side
Bagian kapal sebelah kiri, dari haluan sampai buritan

Amidship 
Garis lurus kapal dari haluan sampai buritan

Athwartship
Adalah garis lurus melebar pada kapal (abeam)

Sheer
Sheer adalah kurva ke atas yang dibentuk oleh dek utama kapal dengan mengacu pada level geladak di midship. Itu biasanya diberikan untuk memungkinkan aliran air hijau dari depan dan belakang berakhir ke midship dan memungkinkan drainase ke lambung kapal. 

Summer Load Line (SLL)
Adalah Jalur Muatan Musim Panas. Garis beban musim panas atau di sebut juga draft design adalah garis air kapal pada air laut saat berat desain dan kondisi pemberatnya dan sebagai referensi untuk semua jalur muatan kapal

Variable Range Manual (VRM)
Adalah alat dalam Radar untuk membuat ring yg dpt diatur besar dan kecilnya. Gunanya mengukur jarak benda/ objek diradar.

Radio Detection And Range (Radar)
Peralatan navigasi untuk mengetahui benda-benda disekitar kapal baik posisi dekat maupun jauh.

Electronic Bearing Line (EBL)
Adalah alat bearing dalam radar.

Closing Point Approach (CPA)
Adalah jarak terdekat kita dengan kapal lain ketika ada kapal lain yang akan mendekati kapal kita.
Jika CPA nya 0 mile berarti kapal anda akan terjadi tabrakan.

Time Closing Point Approach (TCPA)
Adalah waktu yg dibutuhkan kapal tersebut untuk mendekati kapal kita pada jarak yang paling dekat

Course Over Ground (COG)
Adalah arah bergeraknya kapal terhadap bumi.
Jadi sudah pasti sering berbeda dengan kompas kapal kecuali kapal saat berlayar maka COG akan hampir sama dengan


Baca Juga:


Speed Over Ground (SOG)
Gerakan kecepatan kapal terhadap bumi

Speed Through Water (STW)
Kecapatan kapal terhadap air. Untuk mengetahui kecepatan arus saat kapal berlabuh atau berhenti atau tenaga kapal yg terbuang,  caranya dengan membandingkan STW dengan SOG.

Ship Security Alert System  (SSAS)
Pada Peraturan SOLAS resolusi 6 bahwa SSAS diatas kapal harus dilengkapi dengan dua buah tombol alarm yang dapat diaktifkan jika kapal dalam keadaan darurat. Alarmnya haruslah jenis covert alarm (signal samar tanpa suara dan tampa flashing) SSAS secara continue, akan terus menerus mengirim signal posisi kapal, dan hanya akan berhenti ketika di nonaktifkan atau direset.

Ship Security Certificate (SSC)
Untuk memastikan bahwa kapal tersebut aman bagi penumpang, sertifikat keamanan kapal menjadi surat wajib yang harus dimiliki. Untuk memperoleh sertifikat tersebut ada prosedur yang wajib di penuhi oleh pemilik kapal.

Ship Security Plan (SSP)
Buku paduan manual keamanan kapal dan di sahkan oleh surveyor

Ship Security Officer (SSO)
Petugas yang di tugaskan sebagai pemimpin security di atas kapal.

Very High Freqwency (VHF)
Radio VHF bekerja pada frekuensi 30 MHz sampai dengan 300 MHz. Karakteristik dari radio VHF Ini cocok untuk komunikasi teresterial, dengan kisaran umumnya agak lebih jauh dari line-of-sight dari pemancar. Tidak seperti HF, ionosfer tidak selalu memantulkan gelombang radio VHF.

Medium Freqwency (MF)
Frekuensi sedang (MF) adalah desain ITU [1] untuk frekuensi radio (RF) dalam kisaran 300 kilohertz (kHz) hingga 3 megahertz (MHz). Bagian dari pita ini adalah pita siaran AM gelombang menengah (MW).

Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS)
adalah Sistem Keselamatan Maritim Global adalah sebuah kesepakatan internasional berlandaskan beberapa prosedur keselamatan, jenis peralatan dan protokol komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan mempermudah pertolongan bagi kapal dan pesawat terbang yang mengalami bencana.

Search And Radar Transponder (SART)
Peralatan yang dibawa ke life raft atau sekoci saat terjadi Abandon ship. Fungsinya mengeluarkan signal sehingga dapat ditangkap oleh Radar kapal lain yang melintas atau kapal SAR.

Paralel Index (PI)
Radar untuk membuat paralel line pada jarak tertentu ke objek yang ada disisi kapal.

Emergency Positioning Indicating Radio Beacon (EPIRB)
Peralatan yang tersedia di dalam life raft atau sekoci atau dapat mengapung dilaut saat kapal kecelakaan.

Company Security Officer (CSO)
Petugas yang ditunjuk menjadi kepala security di darat yang mengatur system Petugas keamanan yang berada diatas kapal untuk  menjadi komunikator antara kapal dan pihak pemerintahan.

Bollard pull
Bollard pull adalah istilah kekuatan dorong atau tarik kapal dengan RPM penuh yang diukur dengan suatu alat sehingga akan didapat kekuatan tersebut dalam satuan ton.

Controlable Pitch Propeller (CPP)
Sudut daun baling-baling bisa diatur sesuai keinginan sehingga baling-baling jenis ini dapat mengerakkan kapal hingga dengan kecepatan minimum, serta dapat mundur tanpa harus mengubah arah putaran baling-baling dengan merubah sudut baling-balingnya

Azimuth Stern Drive (ASD)
System baling-baling kapal yang berfungsi juga sebagai kemudi. Arah tekanan baling-baling dapat bergerak hingga 360 derajat.

Fix Pitch Propeller (FPP)
Jenis baling-baling yang sudah permanen sudutnya sehingga untuk maju dan mundur harus mengubah arah putaran baling-baling

Bridge Navigation Watch Alarm System (BNWAS)
Peralatan yang dapat diatur waktunya, sehingga ketika diaktifkan maka akan mengeluarkan alarm dalam beberapa menit.
Alat BNWAS dipasang untuk memastikan bahwa dianjungan kapal selalu ada perwira jaga yang selalu siaga bertugas.

Safety Of Life At Sea (SOLAS)
SOLAS sebagai Panduan aturan yang dikeluarkan oleh IMO yang berhubungan dengan keselamatan kapal dilaut. Dengan mengatur minimum alat-alat keselamatan dikapal berdasarkam besar dan area pelayarannya.

Standard Training Certificate Watch Keeping (STCW)
Peraturan yang dibuat oleh IMO yang mengatur tentang Standard modul atau  materi untuk ijasah pelaut berdasarkan kelasnya masing-masing

International Maritime Organization (IMO)
Sebuah lembaga dunia yang mengatur tentang kapal, keselamatan kapal dan perlindungan lingkungan laut terhadap pencemaran kapal.

Time To Go (TTG)
Informasi di GPS atau RADAR mengenai berapa lama waktu untuk sampe ke waypoint.

Distance To Go (DTG)
Adalah informasi di GPS atau RADAR tentang berapa sisa jarak yang akan ditempuh ke waypoint

Basic Safety Training (BST)
Sertifikat dasar keselamatan dilaut dan wajib di miliki oleh awak kapal.

Advance Fire Fighting (AFF)
Sertifiat pelatihan pemadaman kebakaran

Medical Care (MC)
Adalah serifikat training tentang bagaimana menangani orang yang kecelakaan atau sakit diatas kapal.

Medical First Aid (MEFA)
Sertifikat pelatihan tentang bagaimana menangani korban kecelakaan dan pertolongan pertama.

Survival Craft and Rescue Boat.  (SCR)
Sertifikat pelatihan pengunaan peralatan keselamatan seperti life boat, life raft serta pelatihan bagaimana melakukan pertahanan diri selama di laut

Safety Management Manual (SMM)
Buku manual procedure perusahaan sebagai panduan standard pengoperasian kapal, termasuk procedure operational dan pelatihan keselamatan. Yang selalu di update oleh DPA (Design Personal Ashore), dengan mengikuti perkembangan aturan yang diterapkan IMO dan klasifikasi kapal tsb.

Safe Weight Load (SWL)
Suatu batas aman pengunaan alat-alat diatas kapal seperti tali, Bollard, Winch, Sling, Shackle, Rantai. Pemakaian peralatan tersebut tidak boleh melebihi SWL batas maksimal yang sudah di tentukan.

Sekian artikel istiah dan arti yang terdapat pada pelayaran kapal laut, semoga bisa bermanfaat. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel