Fasilitas Penyaluran Minyak pada Anjungan Lepas Pantai Offshore

Minyak bumi adalah komoditas yang memegang peranan penting, dan merupakan sumber salah satu energi yang paling dibutuhkan untuk berbagai bidang sesuai kebutuhannya masing-masing, salah satu penggunaannya adalah pada industri, transportasi, serta di berbagai bidang kegiatan rumah tangga dan banyak lagi kegunaan lainnya.

Minyak bumi merupakan cairan kental coklat kehitaman yang tersusun oleh beberapa senyawa hidrokarbon yang tertata secara kompleks, seperti minyak maupun gas bumi.

Fasilitas Penyaluran Minyak pada Anjungan Lepas Pantai Offshore


Untuk memenuhi kebutuhan minyak bumi, maka produksi minyak tersebut di lakukan dengan mengoptimalkan kilang minyak yang berada di anjungan lepas pantai. Minyak yang belum di olah dari hasil penambangan di sebut dengan crude oil atau minyak mentah.

Fasilitas Penyaluran Minyak pada Pengeboran lepas pantai

Minyak bumi di mulai dari lokasi pengeboran minyak lepas pantai dan pada akhirnya di salurkan ke konsumen. 

Fasilitas utama penyaluran minyak bumi di mulai dari anjungan processing, kemudian menuju pipa penyalur, ke PLEM, marine hose, SBM kemudian menuju ke FSO. Proses panjang penyaluran minyak mentah tersebut di lokasi lepas pantai melalui berbagai peralatan, diantaranya sebagai berikut;

1. Platform 
Platform adalah anjungan atau rig di bangun dengan fungsinya untuk menghubungkan hasil-hasil produksi dari sumur-sumur yang tersedia. Banyak Tipe anjungan seperti braced monopod untuk wellhead platform anjungan proses. Anjungan wellhead platform biasanya memiliki beberapa fasilitas, yaitu;
  • Well head control Panel (WHCP)
  • Instrument gas system
  • Manifold uji produksi
  • Multi phase flow meter
  • Three phase test separator
  • Chemical injection system
  • Crane Pedestal fasilitas lifting
  • Generator sebagai penerangan
  • SCADA system (Supervisory Control and Data Acquisition Systems)
2. Central Processing Platform (CPP)
CPP platform pemrosesan pusat digunakan untuk memproses cairan head well yang datang melalui riser dari platform wellhead. Fungsinya melakukan pemisahan fluida yang berasal dari sumur pengeboran wellhead dalam tiga fase, yaitu  menjadi minyak, gas dan air terproduksi yang terdapat di lokasi lepas pantai. 

3. PLEM (Pipe Line End Manifold)
Pipe Line End Manifold (PLEM) adalah struktur bawah laut yang bertindak sebagai titik koneksi antara pipa utama atau cabang. PLEM terdiri dari WOM Dual Block Valves (Dioperasikan ROV), Gate Valves, Tees dan hub. PLEM memiliki fasilitas untuk Multiphase Flowmeter, Pig Launcher atau peluncuran dan komponen standar seperti hub dan outlet flange disediakan untuk produksi dan saluran servis yang baik untuk memenuhi persyaratan spesifik klien. PLEM bervariasi dalam ukuran dan kompleksitas dan dapat mencakup beragam fitur dan fasilitas yang lebih besar.

4. PLET (Pipe Line End Termination)
PLET atau Pipe Line End Termination adalah berfungsi sebagai  struktur pemutusan antara pipa utama dan jumper spool yang rigid atau selang fleksible. PLET terdiri dari ROV Isolasi dioperasikan WOM Single atau Dual Gate Valves dan hub. Itu dipasang di dalam pipa dengan arah horisontal atau vertikal karena akhir pertama atau instalasi kedua. 

PLET diposisikan pada titik koneksi antara riser dan spool karena riser tidak dapat dihubungkan langsung ke manifold. 

5. Pipa Riser
Riser merupakan segmen vertikal atau near vertikal yang menghubungkan fasilitas pada topside (bangunan atas) dengan subsea pipeline.
Biasanya desain riser memperimbangkan pipeline approach, clamps, supports, guides dan alat penyangga ekspansion. Secara umum riser mempunyai fungsi yang hampir sama dengan offshore pipeline yaitu mengalirkan fluida yang keluar dari wellhead atau suatu anjungan menuju fasilitas bawah laut atau keanjungan lainnya, 

Untuk itu fungsi riser ini bervariasi berdasarkan tujuan penggunaanya, jenis jenis
riser dapat dibedakan kedalam 4 bentuk seperti berikut;
  • Drilling riser
  • Injection Riser
  • Production Riser
  • Ekspor/Impor Riser
6. Pipe Line
Pipeline atau biasa disebut sebagai pipa penyalur adalah jalur pipa yang terdiri dari batangan – batangan pipa yang disambung dalam satu instalasi dan berfungsi untuk mengalirkan atau mentransportasikan fluida baik liquid maupun gas. Berdasarkan aspek posisi geografisnya, pipeline dikelompokkan menjadi onshore pipeline dan offshore pipeline atau juga disebut sebagai submarine pipeline. 

Jalur Pipe line dari platform menuju PLEM (Pipe Line End Manifold) dengan bahan  pipa yang di pakai biasanya kelas API 5L dan dilengkapi ShutDwon Valve (SDV) untuk pengaman.

7. SMB (Single Buoy Mooring (SBM)
SMB befungsi sebagai Ship To Ship Transfer (STS). Dari FSO ini minyak yang
terkumpul kemudian dikirim ke konsumen, kilang atau ekspor ke luar negeri
menggunakan kapal-kapal tanker lainnya. Unit distribusi jalur pipa adalah sarana
pendistribusian gas yang diproduksi di ORF. 

8. SPM (Single Point Mooring)
Single Point Mooring (SPM) adalah titik tambatan di lokasi lepas pantai yang di pergunakan untuk memfasilitasi kapal tanker memuat atau menggunakan berbagai bentuk muatan produk cair di dekat tempat penyimpanan atau produksi di darat.

SPM digunakan terutama di area dimana fasilitas khusus untuk loading /unloading  muatan cair tidak tersedia. Terletak pada jarak beberapa kilometer dari fasilitas offshore dan terhubung menggunakan sub-sea dan  jalur pipa bawah laut, fasilitas  SPM ini bahkan dapat menangani kapal dengan kapasitas besar seperti VLCC (Very Large Crude Carrier) khusus kapal pengangkut minyak mentah.

Ada beragam jenis dan konfigurasi SPM untuk digunakan di berbagai lokasi dan tujuan, seperti Single Anchor Leg Mooring (SALM), Turret Buoys, Menara Single Point Mooring, platform Articulated dan Spars, Catenary Anchor Leg Mooring (CALM).
FSO merupakan suatu bangunan terapung atau kapal yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan crude oil. Crude oil ini berasal dari FPS atau FPU yang ditransfer ke FSO melalui sistem Submerged Turret Loading (STL), kemudian di export/offload ke shelter tanker melalui flexible hoses pada bagian belakang FSO. Keberadaan FSO sangat menguntungkan industri perminyakan , dikarenakan dia bisa ditempatkan sedekat mungkin dengan area pengeboran yang ada di lokasi lepas pantai. Metode pengisian tanki kargo ke kapal pengangkut minyak tersebut, bisa dilakukan dengan berbagai macam cara , diantaranya ship to ship (STS) , Stern mooring (Tandemdan Single Point Mooring (SPM) 

Sekian artikel membahas tentang Fasilitas Penyaluran Minyak pada Pengeboran Lepas Pantai Offshore, semoga infomasi ini bisa bermanfaat, terima kasih. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel