Proses Persiapan, Prosedur dan Spesifikasi Perbaikan Kapal di Dok Galangan

Perbaikan kapal adalah kegiatan yang di lakukan secara priodik untuk melakukan inspeksi, perbaikan dan pemeliharaan bagian-bagian kapal baik yang pada bagian atas air bottop maupun yang sudah berada di bawah air dalam waktu yang cukup lama.

Perbaikan pada dry docking atau dok kolam adalah cara paling efisien karena semua bagian kapal bisa di lakukan pemeriksaan, perbaikan maupun pemeliharaan. 




dry docking shipyard galangan

Untuk kapal yang akan naik dok ke galangan, membutuhkan perencanaan dalam waktu yang cukup lama, perhitunga biaya yang di butuhkan, pemilihan lokasi galangan kapal, membuat daftar pekerjaan yang akan di lakukan perbaikan, menghitung anggaran, membuat surat ijin ke instansi pemerintahan, menjadwalkan waktu perbaikan dengan galangan dan lain-lain, tujuannya adalah agar proses perbaikan kapal nantinya tidak terkendala.

Ada beberapa jenis dok atau docking yang ada gakangan di Indonesia yaitu;
  1. Floating Dock  (Dok Apung)
  2. Graving Dock (Dok Kolam)
  3. Slip Way Dock (Dock Tarik)


Proses Persiapan Perbaikan Kapal di dry docking Galangan

Ada beberapa proses persiapan yang harus di lakukan dengan terencana baik dari pemilik kapal, dengan pihak galangan maupun dengan class surveyor tempat kapal tersebut terdaftar menjadi anggota untuk melakukan pengawasan dan sertifikasi. 

Berikut proses persiapan dan prosedur perbaikan dan pemeliharaan kapal,yakni;


1. Persiapan Dokumen Sebelum Docking

Proses perbaikan dan pemeliharaan kapal harus di mempunyai rencana yang tepat. Sebelumnya pihak pemilik kapal harus memberikan informasi tentang kapal atau ship particular, structur kapal, daftar yang akan di lakukan perbaikan perbaikan, jadwal penyelesaian pekerjaan, daftar awak kapal, dan sebagainya.

Dokumen yang harus dipersiapkan dalam proses perbaikan kapal di Dok yaitu;
  • Midship section
  • General arangement (Panjang, lebar dan tinggi kapal)
  • Rencana dok dari kapal (docking plan),
  • Gambar Construction profile
  • Capacity plan atau kapasitas tangki
  • Dokumen Berat kosong kapal
2. Proses Kapal Naik Dok (Dry-Docking)

Setelah kapal tiba di galangan, pada tahap ini proses persiapan kapal akan naik dok atau dry-docking harus di lakukan dengan tepat dan efisien, perhitungan berat kapal, panjang, lebar dan semua yang berhungan dengan struktur kapal. 

Yang bertanggung jawab di dry docking adalah seorang Dock Master dan team yang merancang dan mengatur proses persiapan dan pelaksanaan. Kemudian Penyelam akan melakukan pemeriksaan mengenai posisi balok kayu apakah sudah tepat berada di posisi struktur kapal. 


Bila di pastikan semua benar selanjutnya air yang ada di dok kolam akan di pompa untuk di keringkan, proses ini memakan waktu kurang lebih 10-12 jam tergantung besarnya dok kolam di galangan tersebut, hingga kapal duduk di atas  balok kayu di dalam dok kolam tersebut.


Ada beberapa kapal tidak langsung naik dok tapi melakukan perbaikan dan pemeliharaa terlebih dahulu sandar di jetty atau longside, kemudian ketika akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan di bagian struktur kapal di bagian bawah, baru melakukan proses naik dok. 


Karena Mengatur jadwal dengan kapal-kapal lain yanga akan naik dok juga. Manfaatnya bisa menghemat biaya, karena harga per harinya cukup mahal, dan juga jadwal di dok kolam di galangan biasanya cukup padat.

Pihak galangan mempersiapkan semua peralatan penunjang dan kebutuhan kapal selama di atas dok, seperti; supply air pendingin untuk mesin, sumber tenaga listrik, portable toilet, air tawar dan securty pengaman.


Spesifikasi Pekerjaan Perbaikan dan Pemeliharaan Kapal di dok

Spesifikasi pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan kapal ketika sudah berada di dalam dok kolam atau dry docking adalah, Melakukan pemeriksaan setiap kerusakan yang terlihat atau berdasarkan daftar yang di miliki awak kapal.

Berikut spesifikasi kegiatan perbaikan dan pemelihaan kapal yang rutin di kerjakan di dok galangan, yakitu;


1. Pengecatan Lambung Kapal
  • Membersihkan lambung kapal dengan air dan scrapper dari hewan laut maupun tumbuhan laut yang menempel,
  • Blasting atau sebuah proses pembersihan pada bagian yang berkarat, cat, debu, dan lain sebagainya. Pembersihan tersebut dilakukan dengan cara menembakkan material yang disebut pasir blasting,
  • Melakukan proses Pengecatan, yaitu; cat dasar (premier coat), Cat tengah (Intermediate coat), Cat akhir (Topcoat/ Finish coat). Jenis cat yang di gunakan anti fouling dan anti corrosion.

2. Perbaikan dan Pemeliharaan SeaChest dan Valve 
  • Sea Chect adalah perlengkapan kapal yang berhubungan langsung dengan air laut, yang menempel pada sisi lambung kapal. Fungsi nya untuk mengalirkan air laut ke dalam kapal untuk memenuhi kebutuhan sistem  peralatan kapal,
  • Memeriksa Zinc anode atau anti karat yang terdapat di dalam kotak sea chest,
  • Memperbaiki atau memelihara sea valve dan pipa yang mengalirkan air laut ke dalam kapal,
  • Memeriksa Grating penutup sea chest
3. Thickness Gauging
  • Untuk memastikan kondisi plat yang ada pada kapal, maka akan di lakukan pemeriksaan atau uji ketebalan. Pengujian ini sesuai dengan rekomendasi dari class surveyor klasifikasi. Alat pengukur yang di pergunakan adalah Ultrasonik (Ultrasonic Thickness Gauge)
4. Perawatan Jangkar dan Rantai Kapal
  • Jangkar dan rantai kapal juga menjadi salah satu rencana perbaikan dan pemeliharaan kapal ketika berada di dalam dok. Fungsinya untuk menstabilkan posisi kapal ketika sedang berlabuh atau tambat di tengah laut. 
5. Perbaikan Struktur Kapal dan Machinery 
  • Melakukan perbaikan bagian-bagian struktur kapal yang sudah rusak atau hanya melakukan pemeliharaan agar kondisi kapal semakin baik,
  • Melakukan perbaikan dan servis peralatan mesin, generator, valve dan semua peralatan penunjang operasional kapal.
6. Uji Coba dan Persiapan Undocking

Setelah semua pekerjaan selesai di kerjakan, selanjutnya di lakukan pengujian, seperti struktur kapal di uji dengan NDT, Vacum test, mesin di lakukan running test dan sebagainya. 

Tahap selanjutnya di lakukan persiapan undocking atau keluar dari dok dan kapal akan belayar, setelah menyelesaikan semua dokumen serta membayarkan biaya-biaya selama perbaikan dan pemeliharaan kapal kepada pihak galangan atau shipyard.

Sekian pembahasan tentang Proses Persiapan, Prosedur dan Spesifikasi Perbaikan Kapal di  Galangan, semoga bisa bermanfaat, terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel