Fungsi Ventilasi, Alat Ukur dan Rumus Tekanan Udara pada Ruangan Tertutup

Fungsi Ventilasi pada suatu ruangan tertutup berguna sebagai jalur sirkulasi udara, agar terjadinya pergantian udara atau oksigen yang lebih segar kedalam ruangan dan membuang udara panas dan tercemar.  

Pada ruangan mekanik ventilasi sangat di perlukan untuk memasok oksigen ke ruangan tertutup, serta mengurangi konsentrasi gas beracun atau gas yang berpotensi terjadinya ledakan, mengurangi uap, asap dan partikel-partikel seperti debu.
ventilation ventilasi angin


Ruangan tertutup dan di beberapa ruangan semi tertutup biasanya memakai ventilasi alami, cara ini biasanya kurang memadai dan mencukupi untuk menjaga kosentrasi kontaminan masih berada di bawah batas paparan terendah, untuk menjaga tingkat kadar oksigen yang aman.

Bila memasuki ruangan tanpa ventilasi dan sirkulasi udara, tentuk kita akan merasakan hawa panas serta membuat badan kita gerah dan mempercepat timbulnya keringat. Terlebih didalam ruang yang terdapat mesin atau peralatan yang sedang beroperasi dan mengeluarkan asap dan uap panas. 

Faktor Yang harus diperhatikan untuk Membuat Ventilasi

Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan, ketika akan membuat atau membangun ventilasi pada ruangan tertutup, yaitu;
  • Karakteristik Fisik ruangan,
  • Udara yang terdapat di dalam ruangan,
  • Kapasitas dan ketersediaan alat penggerak udara.

Tujuan pembuatan Ventilasi di tentukan oleh beberapa potensi bahaya pada udara, yaitu;

1. Udara mudah terbakar
Tujuannya adalah untuk mengurangi konsentrasi gas di udara  yang mudah terbakar hingga sampai di bawah 10% dari LEL (Level Explosive Limit) dan ambang ledakan atas UEL (Upper Explosive Limit),

2. Udara Beracun
Pembuatan ventilasi bertujuan untuk mengurangi tingkat udara beracun sampai di bawah PEL 

3. Udara yang banyak mengandung Oksigen
Ventilasi bertujuan untuk menurunkan kadar oksigen hingga 21%

Untuk memasok udara yang segar ke ruangan dengan tingkat kadar oksigen, kurang atau untuk mengurangi potensi timbulnya kebakaran di dalam suatu ruangan tertutup, cara yang terbaik adalah memasukkan udara mulai kipas angin atau blower ke dalam ruangan.

Tempat pengisapan dari kipas atau blower harus memiliki jarak yang aman dari sumber pencemaran seperti knalpot mesin dan kegiatan yang berdekatan dengan blasting atau pengecatan.

Kebutuhan ventilasi sebanding dengan volume ruangan tertutup, untuk menjaga konsentrasi udara mudah meledak tetap di bawah LEL.

Menghitung Volume Udara dan Perubahan

Untuk menghitung volume dan pergerakan udara yang di perlukan untuk ventilasi ruangan tertutup, maka volume ruangan harus di tentukan. 

Jumlah perubahan udara per menit di dalam ruangan yang tertutup, dapat di hitung dengan menggunakan persamaan. Berikut cara menghitungnya, yaitu;

               CFM''s______  
Perkiraan Volume Ruangan

Volume udara di ukur dalam CFM's (kaki kubik per menit), kecepatan pergerakan udara dapat di ukur dalam LFM (linear feet per menit) 

Untuk mengukur tekanan udara dan gas di dalam ruangan tertutup, bisa menggunakan perhitungan hukum boyle, berikut rumusnya;

p.V = C

p = Tekanan
V = Volume
C = Konstanta (Bilangan tetap)

Dari rumus di atas dapat di jabarkan menjadi;

p1.V1 = p2.V2

p1 : Tekanan udara mula-mula
V1 : volume udara mula-mula
p2 : Tekanan udara akhir
V2 : Volume udara akhir

Rumus hukum boyle dapat berlaku pada beberapa faktor berikut;
  • Suhu gas konstan atau tetap
  • Tidak terdapat reaksi kimia
  • Wujud gas tidak mengalami perubahan
  • Gas terdapat di dalam ruangan yang tertutup


Metode yang terbaik untuk mengurangi gas beracun, uap panas, asap atau pemusatan partikel didalam ruangan tertutup, dengan membuat saluran pembuangan udara lokal, yaitu sirkulasi udara dengan menggunakan blower atau pengisap udara yang di pasang dekat sumber untuk menarik udara yang tercemar dari ruangan kerja dan di buang ke lokasi yang jauh dari ruangan tertutup tersebut.

Udara yang bersih akan terasa sejuk dan tidak berbau, serta akan menyegarkan bila kita menghirupnya. Tidak terdapat partikel-partikel padat, seperti kotoran, debu, uap panas serta gas yang berbahaya.

Untuk mengukur tekanan udara didalam ruangan tertutup,  dapat menggunakan alat Manometer, yang memiliki 3 jenis, yaitu;

1. Manometer Raksa terbuka, 
2. Manometer Raksa tertutup,
3. Manometer logam (bourdon) Mengukur tekanan gas dan uap tekanan tinggi,

Sekian artikel tentang Fungsi Ventilasi dan Cara Menghitung Kebutuhan Volume Udara Ruangan Tertutup, semoga dapat bermanfaat, terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel