Metode pemasangan Mekanikal Seal Pompa dan Jenis Kerusakan

Mekanikal seal merupakan salah satu peralatan yang mempunyai fungsi yang cukup besar untuk pengoperasian sebuah pompa. Oleh karena itu pemeriksaan terhadap sebuah Mekanikal seal harus memperhatikan desain, kondisi kerja material dan mutu dari semua komponen-komponen unit sebuah pompa

Mekanikal seal secara umum biasanya di pasang pada pompa screw, pompa sentrifugal, pompa gear, atau pada mesin lain yang menggunakan poros berputar seperti mixer, kompresor jenis sentrifugal dan screw atau pada jenis peralatan lainnya


mekanik paking pada pompa mesin berputar


Beberapa ketentuan dan aturan sebaiknya di perhatikan pada Mekanikal seal agar layak untuk pergunakan.

Metode Pemasangan Mekanikal Seal

Sebagian besar sistem pemasangan mekanikal seal di pasang melalui lubang berulir pada pelat seal ke bagian inlet pompa, dan yang lain di hubungkan dengan outlet pompa. Sistem ini cocok bila head pompa tidak melebihi 50 psig (3.51 kg/cm2 gge).

Untuk pemasangan baru apabila pompa di pergunakan untuk pemakaian cairan, di sarankan untuk memasang saringan atau filter yang sesuai pada pipa yang menuju ke mekanikal seal, untuk melindungi seal tersebut dan flow controler dari kerusakan. 

Menyiapkan suku cadang untuk mekanikal paking yang sesuai dengan part number dan unit mekanikal seal yang diberikan oleh pabrik pembuat.

Mekanikal seal tidak boleh di operasi kan dalam keadaan kering, meskipun hanya sebentar (dalam hitungan detik)

Jika sudah terjadi kebocoran, sebaiknya di lakukan penggantian dengan seal yang baru. Untuk pemasangan paking mutlak dalam kondisi bersih, harus terhindar dari kotoran. 

Setiap tonjolan yang di lalui paking ketika melakukan pemasangan, harus di buat serong 15 derajat x 1/8" atau lebih panjang. Tujuannya agar paking jangan mengalami kerusakan oleh spline, keyway atau oleh spanner hole.

Poros harus berputar tenang, tidak adanya getaran. Bila poros di lengkapi dengan shaft sleeve, maka selubung tersebut harus benar-benar konsentris, harus ada upaya untuk menghindarkan kebocoran antara poros dan shaft slevee atau selubung.

Jenis kerusakan pada Mekanikal Seal

Vaporisasi (Penguapan)
Terjadi apabila panas yang di hasilkan pada celah antara permukaan seal (seal interface) yang tidak terbuang secara efektif, menyebabkan uap panas yang bertekanan yang menimbulkan bunyi popping atau puffing dan mengakibatkan kebocoran. Sering terjadi pada media air

Dry Runing (Jalan Kering)
Jenis kerusakan ini terjadi apabila tidak terdapat atau tidak cukupnya cairan di antara kedua permukaan seal. Gejala nya terdapat alur pada stationary seal ring

Vibrasi ( Getaran)

Gejala kerusakan ini di sebabkan oleh getaran yang kuat pada poros atau pompa, akan menyebabkan clearance di sisi kanan kiri kampuh (groove) "O' ring dari rotary seal ring bersentuhan dengan ujung selubung poros dan mengakibatkan fretting dan cacat permukaan (marking)

Pelumpuran (Sludging)
Pelumpuran atau sludging terjadi karena penggunaan Mekanikal seal bekerja dengan memompakan cairan yang sangat kental (high viscocity) 

Bonding (Pelengketan)
Penyebab lain yaitu bonding atau pelengketan yang hampir sama jenis kerusakannya dengan sludging. Bonding adalah lengket nya dua muka seal akibat terjadinya kristalisasi di sebabkan pompa yang tidak di operasi kan untuk waktu yang lama

Produk yang Abrasif (Mengikis)
Apabila produk yang di pompa mengandung butir-butir abrasif, maka butir-butir tersebut akan memasuki interface dan merusak kedua permukaan seal, sehingga mengakibatkan kebocoran pada Mekanikal seal tersebut

Faktor lain juga di sebabkan oleh pergerakan poros akibat misalignment, kegagalan bearing, atau terjadinya tekanan tinggi di luar perkiraan.

Coking ( Pembentukan Arang)
Jenis kegagalan pada mekanikal seal ini terjadi pada pompa hidrokarbon pada suhu tinggi. Kebocoran yang sangat halus terjadi, akan membentuk karbon di udara terbuka dekat mekanikal seal, menyebabkan bagian paking bergeser (rotary seal ring) macet, sehingga menghalanginya untuk mengikuti kontur muka seal yang haus

Kristalisasi di Bawah Paking
Jenis kerusakan ini hampir mirip dengan coking, hanya kegagalan ini terjadi di berbagai produk dan kondisi

Kerusakan Selubung poros (Shaft Slevee) 
Kerusakan ini di sebabkan oleh getaran atau di sebabkan oleh kondisi serangan karat. 

Karat Fretting
Kegagalan jenis ini terjadi pada pompa yang menghisap atau yang mengalirkan air laut

Distorsi atau Patah Pegas
Kerusakan penggerak pegas ini tipe unidirectional (searah) dengan pengecualian yaitu paking tipe multi spring untuk putaran tinggi dan paking rotasi ganda (dual rotation) untuk peralatan yang dapat berputar baik arah jarum jam maupun sebaliknya.
Baca Juga:


Kerusakan akibat Kondisi Pemakaian

Berikut beberapa faktor kerusakan yang terjadi akibat kondisi dari pemakaian pompa atau peralatan berputar lain;
  • Retak Radial akibat over heating
  • Erosi pada Impeller pompa Keong
  • Terjadi Tumbuhan butir-butir padat (Impingement)
  • Kegagalan Thrust Bearing
  • Pelepuhan Hidrogen (Hydrogen Blister)
Sekian artikel mengenai metode pemasangan dan mengenal jenis kerusakan pada mekanikal paking. Semoga bisa memberikan informasi yang di butuhkan, Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel