Cara Efektif Membuat Prosedur dan Rencana Kerja - Works Process



Banyak yang sering kali mengabaikan tentang manfaat dari prosedur dan rencana kerja, ketika akan memulai dengan pekerjaan barunya. Prosedur, proses serta rencana kerja untuk mengendalikan resiko kesehatan dan keselamatan tertentu yang sudah di identifikasi sebelum bekerja

Metode penerapan prosedur dan rencana kerja memberikan kontribusi untuk mengelola pekerjaan serta memastikan tindakan pencegahan sudah di Informasikan kepada kepada pihak yang terlibat.


Cara Efektif Membuat Prosedur dan Rencana Kerja


Pada proses membuat prosedur dan perencanaan di jelaskan bermacam aspek, agar apa yang akan di kerjakan bisa di pahami dan di mengerti oleh orang-orang yang terlibat pada proses kerja tersebut.

Mengapa harus membuat prosedur dan rencana kerja


Saat ini banyak perusahaan sudah menerapkan kebijakan untuk menerapkan sistem persiapan dan pembuatan prosedur dan rencana kerja, pada kegiatan -kegiatan yang di kerjakan, apa lagi yang mempunyai resiko terhadap kesehatan dan keselamatan. 

Menyediakan informasi tentang tahapan dan proses untuk semua kegiatan yang akan di lakukan, kemudian menyampaikannya kepada orang-orang yang terlibat , departemen atau perusahaan yang berbeda.

Pada perusahaan vendor atau kontraktor juga di wajibkan untuk mengajukan dokumen perencanaan serta analisa resiko terhadap aktivitas yang akan di kerjakan. Hal tersebut untuk memenuhi persyaratan peraturan perusahaan pemberi kerja, dan efektif untuk mengelola dan menilai resiko yang di timbulkan. 

Metode Membuat Prosedur dan rencana kerja 

Pada proses pembuatan prosedur dan rencana harus menjelaskan secara detail semua kegiatan yang akan di lakukan.
Berikut tips tentang proses atau tahapan untuk membuat prosedur dan perencanaan kerja;

1. Tujuan prosedur di Buat
Prosedur ini di buat untuk menjelaskan langkah-langkah rencana proyek dan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang pelaksanaan kerja itu kepada personel yang terlibat dalam proyek tersebut, untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman dan efisien.


2. Tentukan Jenis Pekerjaan 
Pada tahap awal ini harus menentukan jenis pekerjaan, buatlah daftar kegiatan bila terdapat beberapa macam pekerjaan, dengan menjelaskan secara rinci apa saja yang akan di kerjakan. Uraikan semua dengan terperinci mulai dari tipe, jenis, ukuran barang atau objek yang di kerjakan. 

3. Ruang Lingkup Pekerjaan
Pada bagian ini menjelaskan tentang apa saja ruang lingkup pekerjaannya. Sebagai contoh survei pada sebuah kapal, harus menyampaikan informasi secara detail, baik inspeksi secara visual mau pun dengan menggunakan peralatan Non Destruktif Testing (NDT)  atau perlengkapan lain.


4. Referensi Dokumen
Bila pekerjaan kita memiliki beragam dokumen penting, wajib di cantumkan apa saja yang menjadi referensi, agar bisa menjadi acuan dasar.
Contoh untuk pipa referensi dokumen bisa ke API 570, ASME B3.13, pekerjaan bawah air referensi ke US Navy diving prosedur dan air diving dan sebagainya


5. Peran Tanggung Jawab Pekerjaan(Role of responsibility) 
Bagian ini menjelaskan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang akan anda lakukan. Jelaskan peran dan tanggung jawab untuk setiap individu yang terlibat.


6. Waktu dan Lokasi Penting untuk menyampaikan informasi di mana dan kapan pekerjaan tersebut akan di lakukan, serta jelaskan lokasi tempat akan di laksanakan agar tidak terjadi kesalah pahaman dengan team kerja. 


7. Kriteria cuaca
Jika pekerjaan tersebut berada di offshore atau di lokasi lepas pantai, sebaiknya sampaikan batasan cuaca yang masih di toleransi dengan fase kerja yang sedang di jalankan. Dapatkan perkiraan cuaca harian di lokasi kerja, agar bisa di di rencanakan untuk memulai, menghentikan atau mengubah rencana kerja, bila kondisi cuaca melebihi batas maksimum yang di tentukan.


8. Tahapan Persiapan Kerja
Pada bagian ini mencantumkan berbagai persiapan awal sebelum ketika akan memulai pekerjaan di lokasi, berikut beberapa kelengkapan yang mesti di penuhi;

  • Daftar rencana kerja harian
  • Permit kerja
  • Pre-job Meeting
  • Penilaian keselamatan dan resiko 
  • Emergency Respon
Baca Juga: 

9. Daftar Peralatan
Buat daftar peralatan dan material yang di butuhkan untuk pekerjaan yang akan anda lakukan. Cantum kan jenis dan jumlah sesuai kebutuhan dengan jelas agar tidak mengalami masalah ketika saat pelaksanaan pekerjaan tersebut.

10. Jadwal dan Jumlah Pekerja yang terlibat
Pada bagian ini tidak kalah penting nya untuk di rencanakan dengan benar, untuk menunjukkan kepada pemberi kerja, sejauh mana perencanaan anda.

Buatlah jadwal pekerjaan yang memberikan deskripsi yang cukup jelas berapa lama pekerjaan tersebut akan anda selesaikan. Cantumkan jumlah pekerja yang terlibat pada proyek pengerjaan, karena semua berhubungan dengan skala waktu dan biaya.

Tips

"Rencanakan pekerjaan dengan benar, pahami resiko dan keselamatan kerja, berikan pemahaman yang jelas tentang pekerjaan kepada personel yang terlibat dalam proyek tersebut di lakukan dengan cara aman".

Sekian artikel tentang metode membuat prosedur dan rencana kerja, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel