Inspeksi Spesifikasi Material pada Pekerjaan Konstruksi Baja | Works Process

Sebelum di mulainya pekerjaan pada proyek konstruksi di haruskan untuk memeriksa dan memastikan material yang akan di pergunakan

Petugas harus memeriksa dan verifikasi material yang akan di pergunakan, bahwa bahan yang di terima sesuai dengan dokumen yang di terima


<img src="link images" alt="jualan material besi " title="Judul">


Material dikategorikan dapat di pergunakan untuk pekerjaan tersebut bila sudah memenuhi spesifikasi material sesuai yang sudah di tentukan dalam standard kualitas proyek

Material utama yang di pergunakan pada setiap pembuatan konstruksi harus memenuhi persyaratan-persyaratan, baik tentang jenis dan kualitasnya maupun dari ukuran material tersebut

Spesifikasi Material dan Prosedur pekerjaan 


Dengan Spesifikasi material tersebut maka selanjutnya bisa di susun ketentuan dan prosedur untuk pekerjaan tersebut, meliputi beberapa hal antara lain;

  • Jenis dan ukuran kawat las atau welding rod yang akan di pergunakan
  • Melakukan design untuk sambungan las atau welding yang harus di buat
  • Menentukan teknik pengelasan yang di perlukan untuk pekerjaan tersebut

Pada pelaksanaan pekerjaan kualifikasi prosedur las, bahan atau material yang di pergunakan harus sama dengan material yang nanti akan di pergunakan pada pekerjaan pengelasan, di buktikan dengan sertifikasi

Apabila material utama yang di pergunakan tidak sesuai dengan sertifikasi, makan akan berpengaruh besar pada proses pengelasannya. 

Dimana tidak semua material, base metal atau parent metal mempunyai sifat mampu las atau weld ability yang baik

Untuk pengelasan bahan material yang mampu las atau weld abilty kurang baik, diperlukan cara pengelasan yang khusus. Banyak terdapat ragam material menurut kegunaannya sesuai dengan kemampuan dari bahan material tersebut

Hubungan antara bahan Material dengan Pengelasan

Berikut beberapa uraian tentang erat nya hubungan antara pengelasan dengan material atau parent metal pada pekerjaan konstruksi baja;

Carbon steel (Baja Karbon)
Yaitu bahan yang mengandung besi secara dominan dan sedikit penambahan unsur lain seperti; Karbon, posphor, sulfur, silikon dan mangan
Contoh: ASTM A-106 Grade B, AISI - 1020

Low Alloy Steel ( Baja Paduan Rendah)
Baja karbon yang mengandung sedikit tambahan unsur seperti; Mangan, silikon, vandium, columbium, aluminium, molibdenum, boron, Nikel dan Chromium.
Beberapa referensi membatasinya maksimum paduannya 10%
Contoh: ASTM-A 335 Grade P11, AISI - 4140

High Alloy Steel ( Baja Paduan Tinggi)
Bahan yang mengandung paduan seperti baja panduan rendah tetapi dengan persen paduan > 10%. Stainless steel termasuk dalam kategori material ini
Contoh: ASTM A-312 - TP 304

Cara Melakukan Pemeriksaan Material

Pemeriksaan material wajib di lakukan untuk memastikan bahwa bahan material tersebut sesuai dengan spesifik yang akan di pergunakan pada pekerjaan tersebut.

Material yang di terima harus di lakukan pemeriksaan dengan memastikan spesifikasi sebagai berikut;

  • Ukuran Material
  • Kondisi Material
  • Tipe atau spesifikasi dari material tersebut

Pemeriksaan Material Plat

Untuk memeriksa material Plate ada beberapa hal yang harus diperhatikan;
Kondisi Material: Korosi, mechanical damage, laps dan lamination
Ukuran material: Ketebalan, Lebar dan panjang
Tipe atau spesifikasi: Kode yang menjelaskan jenis material, heat number

Pemeriksaan Material Pipa
Yang harus di perhatikan ketika memeriksa material pipa adalah;
Kondisi Material: Korosi, mechanical damage, ovality, lap dan lamination
Ukuran material: Ketebalan, Panjang, diameter pipa luar dan dalam 
Tipe atau spesifikasi: Welded seam, Kode material, 

Selain beberapa hal yang di sebutkan di atas, pemeriksaan juga memastikan jumlah material harus sesuai dengan dokumen yang di terima, serta memeriksa kerusakan dan sistem penyimpanannya 

Spesifikasi pada Material Baja

Spesifikasi material dipergunakan sebagai dasar untuk mempermudah proses pembelian dan juga untuk menjamin kualitas dari material tersebut

Spesifikasi tersebut menjelaskan komposisi kimia, metode pembuatan baja, perlakuan panas, sifat mekanik dan sebagainya. uraian spesifikasi sebagai berikut;

ASME (American Society of Mechanical Engineers)
ASTM ( American Society for Testing and Material)

AISI   (American from and Steel Institute)

Mempergunakan standard dengan sistem penomoran yang sama dengan SAE, perbedaannya dengan menambahkan huruf untuk menujukan proses dari pembuatan baja. Contoh huruf E menjelaskan untuk electric arc furnace.

SAE (Society of Automotive Engineers) 
Menetapkan standard baja  SAE steel grades, spesifikasi di tunjukkan dengan indek numerik 4 (empat) digit

Digit pertama, menunjukkan Kelas utama
Digit kedua, menunjukkan sub-kelas (persentase dari unsur paduan utama)
Digit ketiga dan ke empat, menunjukkan kadar karbon (dibagi 100 dalam persen).

Demikian penjelasan tentang spesifikasi material yang di pergunakan untuk pelaksaan pekerjaan pada proyek konstruksi. Semoga bisa bermanfaat,Terima kasih.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel